Monday, November 26, 2012

ILMU HADIS - 1. PENGERTIAN HADIS


I.      Pengertian Hadis

Hadis adalah segala sesuatu yang disandarkan kepada nabi Muhammad saw, baik berupa perkataan, perbuatan, taqrir, sifat-sifat, keadaan dan himmah

Taqrir adalah perbuatan atau keadaan sahabat yang diketahui Rasulullah dan beliau mendiamkannya atau mengisyaratkan sesuatu yang menunjukkan perkenannya atau beliau tidak menunjukkan pengingkarannya. 

Himmah adalah hasrat beliau yang belum tercapai, contohnya hadis riwayat Ibnu Abbas : “Dikala Rasulullah saw berpuasa pada hari ‘Asura dan memerintahkan untuk berpuasa, para sahabat menghadap kepada Nabi, mereka berkata : ‘Ya Rasulullah, bahwa hari ini adalah yang diagungkan oleh Yahudi dan Nasrani’, Rasulullah menyahut: ‘Tahun yang akan datang, Insya Allah aku akan berpuasa tanggal sembilan’.” (HR Muslim dan Abu Dawud). Tetapi Rasulullah tidak sempat merealisasikannya, disebabkan beliau telah wafat. Menurut Imam Syafi’i bahwa menjalankan himmah itu termasuk sunnah, tetapi Imam Syaukani mengatakan tidak termasuk sunnah karena belum dilaksanakan oleh Rasulullah.

Khabar adalah segala sesuatu yang disandarkan kepada nabi dan para sahabat, jadi setiap hadis termasuk khabar tetapi tidak setiap khabar adalah hadis.

Atsar adalah segala sesuatu yang lebih umum dari hadits dan khabar, yaitu termasuk perkataan tabi’in, tabi’ at-tabi’in dan para ulama salaf. Biasanya perkataan yang disandarkan atau berasal dari selain Nabi disebut atsar.

Sunnah adalah Jalan hidup atau kebiasaan yang ditempuh dalam berbuat dan ber’itiqad (berkeyakinan). Dikatakan sunnah Nabi jika itu disyariatkan, ditempuh dan diredhai oleh Nabi.

Hadis Qudsi adalah hadits yang mengandung kalimat langsung perkataan Allah, cirinya dimulai dengan “Allah berkata…”

Perbezaan Hadis Qudsi dengan Al-Qur’an :
1.    Semua lafad ayat-ayat Al-Qur’an adalah mukjizat dan mutawatir, sedang Hadis Qudsi tidak.
2.    Perlakuan terhadap Al-Qur’an - dilarang menyentuhnya bagi yang berhadas kecil, dilarang membacanya bagi yang ber hadas besar - tidak berlaku bagi Hadits Qudsi.
3.    Membaca Al-Qur’an setiap hurufnya mendatangkan pahala, sedang membaca Hadis Qudsi tidak.
4.    Al-Qur’an semua susunan kata-katanya redaksinya berasal dari Allah, sedangkan Hadis Qudsi redaksi kata-katanya terserah Rasulullah.

No comments:

Post a Comment