Monday, November 26, 2012

ILMU HADIS - 4. PEMBAHAGIAN ILMU HADIS


IV.       Pembagian Ilmu Hadis

Ilmu hadis terbahagi kepada dua : Hadis Riwayah dan Hadis Dirayah (mustolah hadis)

a.    Hadis Riwayah adalah suatu ilmu untuk mengetahui cara-cara penukilan, pemeliharaan dan penulisan apa apa yang disandarkan kepada Nabi Muhammad saw, baik berupa perkataan, perbuatan, taqrir dan lain sebagainya.

Yaitu bagaimana cara menerima, menyampaikan kepada orang lain dan memindahkan atau menuliskan dalam kitab hadis. Dalam menyampaikan dan menuliskan hadis, hanya dinukil dan dituliskan apa adanya, baik mengenai matan mahupun sanadnya.

Ilmu ini tidak berkompeten membicarakan apakah matannya ada yang janggal atau mempunyai ‘illat, apakah sanadnya terputus atau bersambungan. Lebih jauh tidak dibahas hal ihawa dan sifat sifat perawinya.

Faedah mengetahui ilmu ini adalah untuk menghindari adanya kemungkinan salah kutip terhadap apa yang disandarkan kepada Nabi Muhammad saw.

b.    Hadis Dirayah adalah kaidah-kaidah untuk mengetahui hal ihwal sanad, matan, cara-cara menerima dan menyampaikan hadits, sifat-sifat rawi dan lain sebagainya.

Ilmu hadis dirayah ini disebut juga ilmu Mushthalahul hadis. Kitab yang dianggap paling ‘mapan’ menerangkan ilmu Mushthalahul hadits adalah kitab “Al-Kilafah” karangan Al-Khatib Abu Bakar Al-Baghdady (meninggal tahun 463 H).

Faedahnya untuk menetapkan ke sahihan suatu hadits dan untuk menetapkan apakah hadits tersebut dapat diterima (maqbul) untuk diamalkan atau ditolak (mardud) untuk ditinggalkan.

No comments:

Post a Comment