Monday, December 17, 2012

Syariah


Syariah dalam bahasa arab memiliki 2 makna. yang pertama adalah jalan air, yang kedua adalah tempat berkumpulnya air. jalan air tidak di sebut syariah jika jalan itu tidak mudah di lalui air. di namakan syariah karena kemudahan dan tidak adanya rintangan yang menghalangi mengalirnya air.

Secara bahasa, syariah juga memiliki makna sekitar 20 puluhan makna, diantaranya : jalan yang lurus, agama, manhaj, manhaj yang lurus, kebaikan, madzhab dan lain sebagainya.

1. Pengertian Secara Istilah

Secara istilah, syariah mempunyai dua makna, pertama makna umum dan kedua makna khusus.

Makna pertama adalah agama, yaitu apa-apa yang Allah tetapkan untuk hamba-hamba-Nya dan mengutus utusan dengan kitab-kitab untuk menyampaikannya dan untuk menunjukkan manusia kepada kebaikan akhlak, muamalah dan dalam hubungan dengan Sang Pencipta. dengan makna ini, syariah bermakna agama secara keseluruhan yang mencakup dasar dan bagian-bagiannya. sebagaimana firman Allah :

شَرَعَ لَكُمْ مِنَ الدِّينِ مَا وَصَّى بِهِ نُوحًا وَالَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ وَمَا وَصَّيْنَا بِهِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَى وَعِيسَى أَنْ أَقِيمُوا الدِّينَ وَلَا تَتَفَرَّقُوا فِيهِ كَبُرَ عَلَى الْمُشْرِكِينَ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَيْهِ اللَّهُ يَجْتَبِي إِلَيْهِ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي إِلَيْهِ مَنْ يُنِيبُ

Artinya : "Dia telah mensyari'atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya)." (QS Asy-Syura : 13)

Setiap nabi dan rosul di perintahkan untuk menegakkan agama Allah, yaitu menegakkan tauhid dengan meng-esa-kan Allah. dan dengan ini, maka syariah berarti dasar agama.

Makna kedua adalah makna yang khusus, yaitu hukum-hukum syariah amaliyah (fiqih). dengan makna ini, syariah di sebut untuk bagian-bagian agama yang termasuk di dalamnya masalah-masalah ibadah. dengan makna ini juga berarti syariah tidak sama dengan syariah yang lainnya. Allah berfirman :

وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ عَمَّا جَاءَكَ مِنَ الْحَقِّ لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا

Artinya : "Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang." (QS Al-Maidah : 48)

Dan agama berarti hukum-hukum dan aturan-aturan. dan hukum syariah di bagi menjadi tiga : Hukum Syariah I'tiqadiyah (Tauhid), Hukum Syariah Akhlaqiah (Tahdzib), dan Hukum Syariah Amaliyah (Fiqih).

2. Hubungan Makna Bahasa dan Istilah

Kita perhatikan antara makna syariah secara bahasa dan istilah. secara bahasa syariah memiliki makna air atau jalan air. sedangkan dalam istilah adalah agama yang mencakup dasar-dasarnya dan bagian-bagiannya. maka hubungan antara keduanya ialah bahwa air adalah sumber kehidupan jasad dan badan bagi manusia dan seluruh makhluk hidup. sedangkan syariah adalah sumber kehidupan jiwa dan ruh.

3. Perbedaan Undang-Undang dan Syariah

Walaupun syariah dan undang-undang buatan manusia sama-sama di tujukan untuk kemaslahatan rakyat banyak, dan untuk mengatur setiap segi kehidupan, juga untuk iahmenjamin keamanan bagi seluruh masyarakatnya. akan tetapi hukum syariah memiliki perbedaan yang nyata dengan undang-undang yang di buat oleh manusia. diantaranya adalah :

- Bahwa hukum syariah di turunkan oleh Allah, bukan dari hasil pikiran manusia yang terbatas. Allah maha mengetahui semua kebutuhan setiap makhluk, sampai daun yang terjatuh pun adalah ketetapannya. maka tidak mungkin syariah yang di turunkan tidak sesuai dengan kemaslahatan makhluk-Nya.

- Hukum syariah lebih menitik beratkan pada pendidikan manusia secara akhlak. memperbaiki dan mengembangkan sumber daya manusia dengan akhlak yang mulia, dengan ini kesadaran setiap manusia akan sangat berdampak pada keadaan kehidupannya. oleh karena itu, iming-iming yang Allah tawarkan adalah berupa pahala, bukan sebuah benda nyata yang dalam di pegang dengan tangan dan dapat di gunakan di kehidupan dunia.

Sedangkan undang-undang ciptaan manusia bersifat memaksa dan yang berpengaruh adalah kekuatannya, kekuatan undang-undang (pemerintah) lemah tidak seorangpun mempraktekkannya. dan jika kekuatan itu kuat, maka semua rakyat tunduk.

- Hukum syariah juga berkonsentrasi pada masalah menjalin hubungan antara hamba dan Rabbnya. jika seorang hamba bisa menjalin hubungan yang baik dengan Rabbnya, maka otomatis hubungannya dengan sesama hamba juga baik. jika hubungan dengan sesama hamba tidak baik, berarti hubungan dengan Rabbnya tidak sebaik kelihatannya.

Dan undang-undang ciptaan manusia hanya mengatur hubungan dengan sesama saja. dan hubungan antar manusia itu tergantung keadaan dan suasana, setiap waktu bisa berubah.

(SUMBER: http://www.wikisyariah.com)

No comments:

Post a Comment